Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Sanggupkah Kau Kupanggil Sahabat? - Putri batul :)

Sanggupkah Kau Kupanggil Sahabat ?  Putri Matlubatul Izzah Hai, Kusebut kau ‘temanku’ Selalu kukejar-kejar jemarimu Kau tetap berlari walau kudekap erat Fajar merekah hingga daun me-layuh Menjemput dan menantimu Duduk bermenung pada kayu bertumpu, Di depan kelasmu Mencari-carimu dari sudut gerbang sekolah Setiaku menunggumu Kau ulurkan tolongmu Nalurimu tuntun kegigihanku Bulat matamu tak pernah terpancar kelancungan Pelita berkedip-kedip Menyala lebih terang Lenggak-lenggok tawamu menghapus tangisku Mendekapmu lah.. hangatku Sejatiku, bersamamu Bingung, pilu Resah, risau Kau usap dengan mudahnya Langkahku dan langkahmu selalu beriringan Terucap singkat ucap ekstrinsik yang mirip si Jampang yang membangunkan gelapku Omel manismu buatku bahagia Ingin kupelukmu tiap berputarnya waktu Hanya kutahan, ‘temanku’ Rasa berkecamuk haru Saat kau hilang Saat kau pergi Melangkah tanpa memandangku Sekejap k...

Duri Sejuk - Putri batul

Duri Sejuk Putri Matlubatul Izzah Kau selalu meraup wajahmu seperti membasuhkan luka ku Hati beningmu itu.. Meraut hati.. Hingga tertuntun ujar tinta hitamku menggores utuhnya kertas putih Merapikan puing-puing hatiku yang hancur lalu menguatkan kerapuhannya Tutur katamu mesti membuat lontar ucapmu membekas Menciptakan perasaan yang berbelit hingga sulit ‘tuk kurapikan  Keseriusan mata indahmu dalam memandang sesuatu membuatku merasakan keinginan besar untuk menjadi hal yang kamu lihat Hanya saja hatiku terjebak rasa takut Terkunci dalam keraguan melangkah Mengenalmu beberapa waktu yang lalu Saat aku baru terluka dan kamu baru berdiri dari kekacauan Kamu dan aku sudah bertukar pengalaman karena percaya pada orang yang salah Seolah searah, tapi hati dan jiwa kita tetap bersinggungan Tak senada Lalu berjalan pada jalur yang berbeda Sangat banyak reruntuhan bahagia Namun, kusimpan pada baris tanya rahasia Ribuan manis kutahan La...