Dari Langit Untuk Bulan
Bagai merindukan bulan yang ditelan mendung, aku adalah langit yang linglung. Berputar mencarimu yang tertutup seseorang yang di mataku seolah hitam. Gelap, menusuk ke relung-relung dadaku jika aku mengingat kau yang hanya membuatku redam. Pergi lama, datang sebentar. Tertutup mendung hingga aku tenggelam dalam kerinduan yang hanya kau buat agar aku merentan lelah yang lantang. Kaubuat aku lesu, menyudutkan bayangmu diam-diam; menyalahkanmu dalam keadaan dan meradang sebab kau hanya membuatku menangis. Menyampaikan hujan pada bumi yang tak bersalah. Kau anggap aku apa hingga kau tak memberiku kesempatan menyampaikan sebuah senyum langit yang semringah? Kau hanya memberi celah pada mentari yang selalu akan pulang di petang. Yang memberiku rona garis kemerahan yang membuat ribuan mata di bumi untung sebentar, bahagia sebentar dan reda sebentar; tapi ia enggan memberiku bahagia abadi seperti rembulanmu yang kau pupuk dalam hatiku agar aku bisa menunjukkan purnamamu yang begitu indahnya. K...