Ilusi dan Luka
Bagai badai yang mengguncangku tiba-tiba. Kau buat detak jantungku bergetar tak berarah. Kau ajarkan aku bahagia dengan selingan luka. Sebab, kau adalah ilusi palsu yang hadir dalam mimpi yang merangah lara. Kau peluk aku di sana, kau buat aku berangan-angan seakan kau tiba dalam nyata. Membahagiakan aku bukan hanya dengan sekadar rasa, kau taburkan percikan andai-andai indah dalam setiap janji dan kata.
Kini, segala rasa yang kupunya menyambar setiap luka yang bukannya pudar tapi makin bertambah.
Kini, segala rasa yang kupunya menyambar setiap luka yang bukannya pudar tapi makin bertambah.
Komentar
Posting Komentar