too deep

untukmu yang sedang ada didekapanku,

jangan berhenti untuk tetap menggenggam tanganku sembari mengusap jemariku yang menarik erat tubuhmu meski kita tengah berlari kencang melawan segala semu hingga nanti kau bersamaku diikat oleh waktu-
untuk selalu melihat tatap tajam matamu dan memelukmu diatas kuda mesin sepanjang hari untuk mengenang masa-masa yang menenangkan perjalanan menuju lelapku

terimakasih telah hadir sebagai pelangi yang amat mendadak tiba di hidupku berselingan dengan unjuk tulusmu untuk mengobati luka sebab hujan yang mengguyur kejam tubuhku hingga kau memberiku segala upaya yang belum pernah kudapatkan di lampau waktu

kau datang dengan cara yang berbeda, dengan membuatku risau dengan hadirmu. namun, kau menarikku dengan acuhmu. dengan pandaimu yang memberiku bimbang meremang ketika aku tak mendapati hadirmu

raguku kau timpa dengan rasa yang tak jemu- meranggah hatiku hingga membuatku merasakan candu yang merengkuh, rasanya keliru tapi kau meyakinkanku- rasanya sendu tapi kau melilitku dengan rindu

kau berhasil membuatku kembali memaksaku untuk meruai sajak yang masih kaku, namun kau tahu arti perasaanku untukmu?
tak akan habis meski ter-remah oleh padu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luka yang kusadari - Putribatul :)

Luka yang sama

Terlalu Perasa - Putri btl