Luka yang kusadari - Putribatul :)
Luka yang Kusadari
Putri Matlubatul
Izzah
Sekarang aku tahu, telah aku pahami.
Kini aku menyadarinya , ini yang memang kamu niati
Ini yang memang kamu ingini
Aku tlah mengetahuinya
Kamu datang hanya untuk menyakiti hati
Bahkan kamu rela berkorban sejauh itu agar kamu bisa
meletakkan torehan luka sebanyak ini
Aku berdiri karna kata-katamu yang menjelma menjadi
curahan bahagia ini
Kamu bilang kamu datang untuk memberiku kesan cinta
sejati
Apa artinya jika kamu datang hanya untuk menancapkan
kisah perpisahan dihati
Nyatanya kamu buat aku mengerti apa artinya luka
yang kamu beri
Kamu bercerita tentang janji, kamu membuatkanku teka-teki
Satu hal yang ingin aku ketahui
Mengapa kamu tidak pernah menceritakan tentang bukti
Kamu menjeratkan hati yang tlah kau isi pada jutaan
duri
Kamu silatkan pedang panjang pada relung batin ini
Tentu saja, kamu tak akan bisa merasakan apa yang
kini aku rasakan
Kamu yang membuatkan luka yang terus
terombang-ambing di sudut fikir dan perasaan
Kamu pasti kenal yang namanya sepi dan kerinduan
Tapi apakah kamu mengerti apa itu kesakitan?
Katamu kamu tidak mau mempermainkan
Dalam diam kamu membuatku terbanyang-bayang dalam
kenangan
Kamu memberiku luka seperti abjad yang terbariskan
Apa kamu mengerti rasa hati yang selalu teriris iris?
Iyah, patahan hati ini akan menjadi pengalaman yang
terus menepis ingatanku
Serpihan kenangan ini akan menjadi satu kisah yang
terikat pada sorotan hidupku
Tentang kenangan dan tentang ambisi yang tak
terpenuhi karna kepergianmu
Kamu meninggalkanku bersama bekas saat-saat indah
bersama jutaan sendu
Tanpamu aku hanya mampu menahan jutaan kata yang
rumit, yang sulit untuk ku ungkap
Kamu berhasil membuatku terperangkap
Terbaut dalam sepi dan terpasung dalam kisah yang
menyakitkan
Kamu paksa aku berlari, tapi nyatanya keyakinanku
untuk berdiri saja masih lumpuh
Kamu suruh aku terbang, tapi kamu lupa bahwa kamu
sendirilah yang memotong sayap-sayap ini
Bagaimana bisa aku bernyanyi, jika mulutku sedang
kamu bungkam dalam kerumitan
Aku ini manusia biasa, aku bisa merasakan kelelahan
dan kehancuran
Lalu untuk apa kamu mengisi
Untuk apa kamu susah-susah mencari
Jika sekarang kamu sendirilah yang menyia-nyiakan
Kamu paksa aku menahan kerapuhan
Ajari aku caranya membunuh kepedihan
Hingga aku mampu menikmati luka yang kamu berikan
Tapi
bukankah memiliki bahagia itu adalah kesempatan?
Aku tidak punya jawaban untuk kisah hidupku yang selalu
bertanya-tanya.
Aku hanya menyadari
Bahwa diriku ini memang kurang
sempurna..
Yang bagimu pantas dilukai
Daripada dicintai…
puisibtlLukaygkusadari
Komentar
Posting Komentar