Malam minggu - Putribatul :)



Malam Minggu
Putri Matlubatul Izzah
Ini bukan masalah keseriusan hati saja
Ini perasaan yang merekah-rekah dalam perasaan sakit yang tak terkira
Terkapar dalam lamunan hampa
Rasa ketidakmampuan untuk berdiri sendiri setelah kepergianmu yang tidak pernah diduga dan dikira
Secepat ini durimu menancap dalam keperihan yang tak tertahankan
Ini malam minggu, tidak ada lagi yang menemaniku hingga malam
Yang membuat mataku tersihir seperti mata panda yang tidak bosan menghabiskan waktu dengan kesibukan
Walau hanya dengan memakan kerasnya batang
Tiada lagi yang menemaniku, mengunjungi rumahku secara diam-diam
Mencuri-curi waktu dan mengancang ancang kondisi yang aman untuk menemuiku malam malam
Kehumorisan kini menjadi murung yang seakan akan menjadi pengantar menuju harapan
Bayang jemarimu yang menutup kebahagiaan menjadi keputus asaan
Pasti tidak dalam waktu yang lama hal ini akan membuatku terbawa dalam nuansa kesedihan
Bukan masalah berlebihan
Tapi ini benar benar tentang perasaan
Ini tentang harapan yang pecah karena kekecewaan
Peranan hati yang hancur karena ketidaksangkaan
Kapankah aku pantas berdiri?
Kapankah aku pantas tersenyum saat sudah hancur bahkan terjatuh karna kericuhan hati yang yang takmampu kurapikan
Dari rasa perih yang pernah kurasakan
Inilah rasa yang slalu membekas dan tersimpan
Membelai biak kerudungku yang tersilah dan menaruhnya pada sisi pundakku dengan perlahan
Itu yang aku ingat
Bukan hanya itu
Aku masih menyimpan banyak kenangan yang takmampu memenuhi hitungan jariku
Jujur saja, aku tidak bisa tidur walau kutahu
Teman-temanku mengajakku berlari lari esok pagi
Apa yang kamu fikir kali ini ?
Apa kamu bisa menebak-nebak?
Yap, tentu itu pasti tentangmu
Tentang ajakanmu dulu
Aku teringat semangatku yang membangunkan energiku untuk tidak sabar memaksa kelopak mataku mengantuk
Memaksaku mencelatuk mataku sendiri agar segera tertidur
Memaksa cepat-cepat tertidur untuk menuruti ketidaksabaran hari berganti
Pagi, siang, sore, malam
Kini tidak membekaskan arti
Alasan akurat yang membuatku jatuh terdiam sendiri seperti ini adalah aku masih mengingatmu
Mengingat kenangan yang terus menerus tidak memberiku ketenangan
Harus berkata apa aku jika duka dunia bertanya mengenai masalahku bersamamu ?
Kurasa bayang tanya tanya memenuhi otakku
Memberontak hati dan terus menerus melancarkan tanganku untuk bercerita melalui tulisan…

Aku hanya ingin kamu mengerti
Sesuatu yang belum kamu ketahui
Luka yang kamu beri terlalu sulit untuk terobati
Kenangan manis yang pernah kamu beri
Akan menjadi suatu kesakitan yang berarti
Janji mu itu… membuat hati terjerat dalam lamunan sepi
Kutempuh malam minggu ini sendiri bersama puisi…
  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luka yang kusadari - Putribatul :)

Luka yang sama

Terlalu Perasa - Putri btl