Kemunafikan - Putri batul
Kemunafikan Putri Matlubatul Izzah Lalu untuk apa memerhatikan seseorang yang tak menggubris satu pandangku sekalipun Ingatkah saat kita dahulu saling bertatap muka dan menukar tebaran bunga yang memaksa memekarkan jutaan gulir kerinduannya Saat kebetulan kita melaksanakan kewajiban dengan shalat berjama’ah Kamu selalu memilih untuk berada pada depan lurusku Dimana aku akan berdiri tegak menghadap Tuhanku dengan harap tujuan hidup yang tertata Dengan rambut basah karena terbasuh air wudhu Dirimu membuatku selalu terbata dalam berkata-kata Seolah terbayang serperti kulihat imam bersahaja yang akan menuntunku pada langkahku esok Bayangkanlah betapa bahagianya hati jika kekasih yang kuyakini berada dalam takdir, hidup dan bagian dari doaku Coba kutanya apa kamu pernah merasakan jutaan manis yang tlah kamu ciptakan ? Meski sebenarnya kamu tak mengerti satupun dari kisah yang kurasakan pada lubuk hatiku yang terendam rasa yang penuh kebahagiaan Perasaan ya...