Putribatul - Menembus luka

Menembus Luka

Apa artinya mencintai tanpa dicintai
Mengenaskan
Menahan dan menepis segala duri sendirian
Tangis rindu dan renung sepi puas kurasakan
Bersama senyum tawa yang hanya sesaat tertenangkan
Sakit yang terus tergenang lalu tersirat-sirat
Rasakanlah
Mungkin karna kamu belum merasakannya
Atau kamu memang sulit mengerti artinya
Bayangkanlah
Saat semua yang kualami berbalik pada dirimu
Saat kamu akan benar-benar terkapar
Apa kamu bisa merasakan jika lalu kamu terdampar?
Lalu bagaimana?
Kamu memintaku tuk terluka lagi ?
Jatuh lagi?
Dimana hati yang dahulu sangat kukenal?
Lalu yang kulihat pada dirimu kini siapa?
Kamu datang, berlari untukku, lalu kamu pergi untuk berpaling
Bayangkan keping-keping kepercayaan yang dahulu mengutuh
Dan kini kamu lebur dengan cara yang singkat
Kesetiaan yang hancur karena biji kesombongan yang mengakar menjadi keegoisan
Leburan hati yang berlumuran merah perih ini
Takkan mudah terlepas dari memori kenangan yang tlah kupojokkan
Seperti kotak yang kupakai menyimpan segala pemberianmu
Masih kutata rapi lalu kusembunyikan agar aku tidak mudah menemukannya
Agar aku mudah melupakan apa itu manis pahitnya kenangan darimu

Terimakasih, karena dengan kamu menoreh luka terperih ini
Dengan kamu memilih orang baru yang kamu datangkan dalam kisah dimana aku dan kamu menjadi kita
Aku menjadi bisa berpikir bahwa kamu sudah bahagia
Seandainya rasa yang ada dihatiku padamu bisa kupresentasikan, rasa yang kurasa dihatiku untukmu tlah kehilangan 85%nya
Cobalah terus melukaiku
Cobalah jatuhkan aku lagi
Biarlah ragaku terlatih oleh perih
Karna dengan begitulah aku bisa belajar berdiri lagi
Karna dengan luka yang beginilah aku bisa mengerti
Bagaimana aku harus perlahan mencabut duri
Bagaimana aku harus mendewasakan diri
Cobalah pergi dengan sayap barumu
Kejar saja cahaya tak pastimu itu walau dengan melukaiku
Ingat J walau dengan melihatmu terbang, itu saja aku sudah bahagia

Aku berhenti memujamu
Aku berhenti mengusikmu
Aku takkan mengganggumu
Bahagiamu adalah kebebasanmu
Kamu bahagia, aku semakin bahagia
Dengan begitu perlahan seiring waktu aku pasti berhasil melupakanmu
Sudah. Jangan pikir aku menderita
Aku masih belajar
Ada saatnya aku berjalan lagi, lalu berlari lagi
Tenang saja, aku pasti juga bahagia
Dengan caraku dan semampuku
Setidaknya aku sudah berusaha sebisaku
Terimakasih untuk luka dan bekas-bekas kenangan manis
yang jelas masih tertancap pada ingatan inti
Dan setidaknya
Dahuluu
Aku sudah pernah mencobanya walau bagimu tak berguna
Aku pernah berlari meski sia-sia
Lalu setidaknyaa
Aku pernah berjuang meski tidak sedikitpun terharga
Kan ku tembus luka-luka ini
Walau aku harus menghempas puluhan perih,
ribuan tangis, dan jutaan serpihan kaca yang tlah
 menancap dalam hati dan keperihan batin ini





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luka yang kusadari - Putribatul :)

Luka yang sama

Terlalu Perasa - Putri btl