Uraian Rindu Untuk Ayah - Putri batul :)
Uraian
Rindu Untuk Ayah
Putri Matlubatul
Izzah
Rerintih sedih kutanggung bersama pilu
Reruntuh keluh berlagu sepi
Kunikmati rentan lemas
Saat ayah jauh dari jiwa
Tiada lagi cium singkat untuk kening kecilku
Tiada lagi jemari hebatmu
Yang slalu menjadi penghapus luka batin dan ragaku
Bersama bahagia, ayah ubah jutaan perih menjadi
makna yang teruntai
Laksana embun memijar saat aku terlelap pada haus
karna resahku
Ayah tak pernah ujarkan pukul padaku
Tak pernah kudengar cacimu
Tak pernah kurasakan kejammu
Hanya saja pesan tegasmu yang selalu menancap
Selalu kuingat, agar kubersiap menghempas nyata yang
sulit kutampa
Pekik manis yang membangkitkan aku dari kejatuhan
Yang teramat resah
Saat aku harus membendung rasa haru tanpa hadirmu
Keluh perih karna timpukan kesal, pupusnya hati, dan
perihnya pengkhianatan
Inginku bertanya arti
Inginku melawan sulitnya terjal
Inginku mengurai simpul mati
Sebongkah pertanyaan hanya sanggup kusimpan
Jika aku bisa kembali erat hidup dengan berucap
padamu
Bahwa aku ingin kembali menjadi si kecil yang slalu
kau panggul
Hatiku akan berhujan bahagia dan terbawa tawa
Tanpa rasa perih dan mata yang slalu berbinar
kesedihan
Aku rindu jutaan kasih yang engkau beri padaku
Aku yang bagai tangkai; yang belum menjadi batang.
Aku selalu tergoyang tertiup angin
Belum lagi jika aku terusir badai
Ketakutan mencekikku, jika aku harus patah
Aku belajar menjadi seorang yang selalu menjadi
kesayangan ayah,
Hingga semua tutur ayah, menjadi bentangan pelindung
yang selalu kuinginkan
Ayah, ingin kuberimu alasan mengapa aku rindu
Sesalku membuncah
Kemarin aku tak sempat mengatakan, bahwa “daksa
hidupku tanpamu, ayah”
Karena getir tanpa hadirmu di nyataku
Sorot rinduku tak mampu kubendung lagi
Boleh aku bertemu sebentar saja?
Jika boleh aku memelukmu lagi, dengan puasku
menumpahkan tangis syukurku
Aku menginginkan hidup yang tanpa kelabu
Hanya bersamamu, ayah
Bersama pelitamu
request by : Shalsabilah (chacha)
Komentar
Posting Komentar