Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Apa Aku Di Matamu? - Putri batul

“Apa Aku Di Matamu?" Setiap kali aku teringat samar bayang indahmu yang datang tanpa seizinku. Harus apa saat aku hanya bisa bertatapan dengan dusta yang kusimpan karena aku tak sanggup menahan rasa ini sebab kau adalah temanku sendiri. Semua akan selalu sama setiap harinya, termasuk hakku untuk bicara. Selalu saja kita bertukar cerita. Sudah lama aku mengenalmu, termasuk tingkahmu itu. Tawamu selalu meluap-luap, hingga membuatku gemas. Sikapmu yang hangat kini meluluhkan bekunya pedihku. Aku tak menyangka, semua ini datang begitu saja. Tanpa tanda dan tanpa kukira. Kau dan aku bernasib sama, mengucap kepeluhan yang sama. kepergian kekasih yang membuat kita merisau pada tiap topik bincangan canda membawa kita pada kekeluhan yang sama. Pilu yang ada membuat kita muak. Aku ingin berhenti berlari untuk mengejar harapan yang takkan ada jabahannya. Cinta yang tragis mencekikku hingga membuatku tak mau tahu tentang pria. Tapi kau ada, terus saja ada sebagai penghapus resahku. Kau t...

Puisi "Pesan Singkat Untuk Persahabatan" - Putri batul

Pesan Singkat Untuk Persahabatan Putri Matlubatul Izzah Sudah lama kita terpeluk kebersamaan Terbawa lantunan bahagia Tak terseret oleh sendu sengaja Tak terbawa sontak rencana Pertemuan kita adalah cerita yang menciptakan timbunan makna Kisah kita adalah alunan merdunya nada Menyatu karena kelengkapan satu per satu rasa yang berbeda Kita adalah hati yang berjajar karena ketidaksamaan rasa yang bersenandung seirama Keruh beningnya kebelangan kehidupan yang mewarnai logisnya cerita Sesaat kita pernah ada dalam peperangan gundah dan ruah rasa Berpapasan sambil tak peduli nama Tanpa peduli genangan kisah indah Yang sontak menjadi masam membuncah Kita pun saling mengerti Kita takkan sanggup menghela nafas yang tak lengkap Kita pernah terbawa api, lalu dingin dengan sendirinya Tanpa lengkapnya beberapa pasang kaki yang berayun bersama, takkan ada daya Hanya tertelungkup dan menari-nari sendiri tanpa pandang yang puas Luapnya rasa, takka...

Terlalu Perasa - Putri btl

Terlalu Perasa Putri Matlubatul Izzah Menahan peluh dalam kesendirian Dahulu, kau selalu ada saat aku tak butuh denganmu Kau gantikan pedihku dengan tawamu yang menyeramkan namun meringankan Sudah lama aku mengenalmu Tak ada lagi yang tak kutahu Selalu saja kau bercanda Namun bercandamu itu mengerikan. Katamu cinta, tapi tak nyata Katamu rindu, tapi itu tak benar. Aku berlarian bersamamu Dalam jutaan sendu yang tak kukenali, Aku meradang ribuan ucap palsumu Kesalku, tak pernah kau gubris. Jika saja kau tahu, Terlalu dalam rasa takut yang kupunya.. Terlalu sulit ikhlas melihatmu dengan dia yang disitu atau dia yang disana Selalu saja kau asik sendiri, Mengejar sosok lain yang kau ingini. Ada saja yang membuatku menangis. Semua itu lucu, Selalu saja kau menyeringai. Tersenyum seolah tak bersalah. Membuatku mencari-cari, Kau datang hanya jika kau mau, Kau datang dan pergi seenaknya. Tanpa kau tahu, Aku lelah berlari be...