Puisi "Pesan Singkat Untuk Persahabatan" - Putri batul

Pesan Singkat Untuk Persahabatan

Putri Matlubatul Izzah

Sudah lama kita terpeluk kebersamaan
Terbawa lantunan bahagia
Tak terseret oleh sendu sengaja
Tak terbawa sontak rencana

Pertemuan kita adalah cerita yang menciptakan timbunan makna
Kisah kita adalah alunan merdunya nada
Menyatu karena kelengkapan satu per satu rasa yang berbeda

Kita adalah hati yang berjajar karena ketidaksamaan rasa yang bersenandung seirama
Keruh beningnya kebelangan kehidupan yang mewarnai logisnya cerita

Sesaat kita pernah ada dalam peperangan gundah dan ruah rasa
Berpapasan sambil tak peduli nama
Tanpa peduli genangan kisah indah
Yang sontak menjadi masam membuncah

Kita pun saling mengerti
Kita takkan sanggup menghela nafas yang tak lengkap
Kita pernah terbawa api, lalu dingin dengan sendirinya

Tanpa lengkapnya beberapa pasang kaki yang berayun bersama, takkan ada daya
Hanya tertelungkup dan menari-nari sendiri tanpa pandang yang puas
Luapnya rasa, takkan terasa jika kita bersama
Suara pecahan tawa pun sudah bukan lagi hal yang belum dikenal
Bukan lagi teman yang tak begitu diketahui
Seolah sedarah walau menggenggam jarak yang begitu jauh.

Hangatnya tuntunan ucap terasa lebih hangat daripada bualan ucap kekasih yang selalu berbau dusta
Kesendirian tak pernah tertanggung
Balutan peluk canda menjadi pengobat luka yang tergores karena tajam duri segala terkaan jerit resah segala masalah.

Menyatu, berenteng gandeng seolah tiada penggal
Berpelukan dengan berjalan berantai
Dan takkan mampu kau dustai
Saat dewasa menjemput, dan menyahut kebersamaan
Lalu menggantikannya dengan perpisahan

Memori yang terpenuhi oleh ingatan persahabatan yang selalu menjadi pelangi dalam kisah yang begitu terasa manis
Ditemani rasa tak ketertegaan
Tanpa atau serta pengkhianatan
Walau terhempas musim kerusuhan ringan yang menerpa sesaat
Meski kau tanya siapapun.
“Sahabat” tetap menjadi satu-satunya sebutan yang mewakili rasa tulus yang bertautan abadi.






request by : Wahyu Rahmawati


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luka yang kusadari - Putribatul :)

Luka yang sama

too deep