Terlalu Perasa - Putri btl
Terlalu
Perasa
Putri Matlubatul Izzah
Menahan peluh dalam kesendirian
Dahulu, kau selalu ada saat aku tak butuh denganmu
Kau gantikan pedihku dengan tawamu yang menyeramkan
namun meringankan
Sudah lama aku mengenalmu
Tak ada lagi yang tak kutahu
Selalu saja kau bercanda
Namun bercandamu itu mengerikan.
Katamu cinta, tapi tak nyata
Katamu rindu, tapi itu tak benar.
Aku berlarian bersamamu
Dalam jutaan sendu yang tak kukenali,
Aku meradang ribuan ucap palsumu
Kesalku, tak pernah kau gubris.
Jika saja kau tahu,
Terlalu dalam rasa takut yang kupunya..
Terlalu sulit ikhlas melihatmu dengan dia yang disitu
atau dia yang disana
Selalu saja kau asik sendiri,
Mengejar sosok lain yang kau ingini.
Ada saja yang membuatku menangis.
Semua itu lucu,
Selalu saja kau menyeringai.
Tersenyum seolah tak bersalah.
Membuatku mencari-cari,
Kau datang hanya jika kau mau,
Kau datang dan pergi seenaknya.
Tanpa kau tahu,
Aku lelah berlari bersamamu.
Tak sanggup menahan cinta yang kau buat-buat lalu tak
kau balas.
Aku ingin berhenti sejenak.
Sejenak meninggalkan,
Sejenak melupakan,
Lalu pergi dari apa yang pernah kurasa.
Terlalu pahit.
Terlalu lama aku terpaku dalam dusta yang kau punya
Aku ingin berhenti,
Jika kau mengajakku bercanda, aku tak punya waktu
untuk itu.
Biarkan aku tahu diri.
Biarkan aku beranjak, meski kutahu diriku tak sanggup.
Bahagialah semaumu,
Aku tak mampu lagi membendung getir perih yang tiada
habisnya,
Aku tak mampu lagi menahan perihnya duri yang setiap
hari kuinjak karena melihatmu yang sengaja menggores kepedihan baru.
Kukira ini salahku, yang terlalu larut dalam luber
perasaan,
Tenggelam dalam tiap untai bualan kejimu itu.
aww
BalasHapus