sebuah kode

 

Teruntuk seseorang yang kini selalu ada di hari-hariku, aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu. Maaf jika aku tak mengatakannya langsung kepadamu. Kau mungkin akan membacanya di blog-ku setelah beberapa lama waktu akan berlalu. Hihi selain untuk mengisi halaman kosong yang kian amat lama, aku pun tidak memiliki nyali untuk membahasnya kepadamu lebih dulu sebab aku wanita yang banyak dikodratkan untuk menunggu-- karena perlakuan baikmu, luka yang kausembuhkan dan segala hancur yang kau pulihkan dari diriku hingga segala perhatianmu yang sudah kau buktikan; tetapi bagiku, rasa ini kurasa belum cukup sempurna untuk meyakinkanku karena tak ada kalimat dari lisanmu yang memperjelas begitu banyaknya kebaikanmu untukmu selama kau membersamaiku. Aku tidak perlu suatu tali untuk mengikatku lebih erat kepadamu, aku juga tidak perlu untaian kata istimewa darimu untuk membuktikan apakah benar sesuatu yang sudah terjadi antara aku denganmu, bukan berarti aku tidak percaya, tapi aku hanya “tidak seyakin itu”. Kau pasti tahu maksudku, kita sudah saling merasa bahwa kita sudah bukan lagi teman pada umumnya. Tapi aku belum juga tahu, apakah benar yang sedang aku rasakan dari puluhan baikmu yang sudah kurasa sejak kita bertemu dan kau terlihat berupaya mengajakku berbicara lebih dekat.

Teruntuk seseorang yang setiap malam berbicang denganku hingga tiba-tiba memejamkan mata dan terlelap selalu lebih dulu. Ketahuilah bahwa dikau-lah satu-satunya pria yang membuatku jatuh hati dalam waktu sesingkat yang tak kusangka. Caramu sangat berbeda dari biasanya entah sebuah kebetulan atau memangkah semesta menarik kita berdua untuk menghabiskan banyak waktu ketika aku tengah merasa bahwa aku yang paling lelah mengenal rasa yang selalu membawa luka yang sama. aku berharap kau tak seperti pria kebanyakan. Tapi, aku tahu setiap jatuh hati perlu berani untuk jatuh kembali.

Ketahuilah, bahwa aku nyaris menyerah. Ketahuilah, bahwa aku nyaris pasrah. Aku sudah hampir mengunci hati dengan rapat-rapat, tapi nyatanya kau malah berusaha untuk mencegahku agar tidak melakukannya.

Teruntuk seorang pria yang selalu ada untuk memberikan hati baiknya untukku dengan memperlakukanku dengan amat indah; ketahuilah bahwa aku akan selalu menunggumu dalam diamku mengenai hal ini.

Dan terakhir; ketahuilah bahwa aku tidak sama sekali menghiraukan kekuranganmu ataupun semua yang kau punya, karena kurangku mungkin melampaui milikmu dan aku juga tak sebegitu indah seperti yang kau bayangkan. Aku tahu, mungkin sedang ada yang lebih penting dan lebih berat dibanding perihal diriku. Jangan memaksa, aku sama sekali tidak tergesa-gesa. Hanya saja, kuharap kau akan tetap baik di sini, bertahanlah denganku. Menjadi kawan sekaligus pria yang menggenggam tanganku untuk berjalan beriringan dan menyempurnakan celah yang perlu diisi agar sempurna.

Malang, 1 Maret 2021

Selamat datang bulan kelahiranmu, priaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luka yang kusadari - Putribatul :)

Luka yang sama

Terlalu Perasa - Putri btl