Aku tahu Kau bilang pasti aku tak apa Aku bahagia bahkan perasaanku sangat merasa lega yang paling lega. Tidak, kau salah. Tersambut takdir sedih setiap pagi, berpesta air mata ketika malam. Aku mencintaimu, bertahun-tahun aku menahannya. Mencegah rasa aneh itu sejak dini, ya. Sejak kita pertama bertatap muka, sejak kita saling bercengkrama dalam cerita. Namun, aku tak bisa menerima ketika kau tak pernah bisa memilih. Aku tak mampu lagi menerimamu yang memberiku masa semi dan badai paling banyak. Hatiku berisik, bilang kau tak akan kasar. Hatiku berisik, bilang aku sangat menyukaimu. Tapi jiwaku tak bisa terima, karena kau yang menyambut petir paling serius. Memberi hujan yang sangat deras setiap musim. Sedang, kini aku tak lagi bimbang; kau tau aku tak akan lagi memilihmu. Meski kau temuiku di surga seandainya, akan selalu kupalingkan rasa. Jika kau tak pernah berubah:)