Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Selamat Berpisah Lagi - Putri batul

Selamat Berpisah Lagi Sudah lelah aku jatuh berkali-kali, perih yang kupunya kautambah dengan mudahnya. Kadang kaubuat aku melayang dalam harapan indah, kaubuat jiwaku berbahagia. Namun, terkadang kau membuatku teringat bahwa aku sedang sekadar bermimpi, berangan-angan dalam kepalsuan kata yang kauucap. Kau membuatku tersadar bahwa aku sedang berada di bawah kedipan cahaya yang nyatanya sulit kuraih. Kaupegang tanganku lalu kauhempaskan aku sejauh peluh yang kunikmati. Kaubuatku jatuh hati lalu kaupergi untuk wanita yang tak begitu kaukenali. Kaubuat aku iri dengan wanita yang baru datang. Namun, secepat itu memenangkan hatimu. Ia buat kaulupa perihal janji yang telah lama kutunggu. Hingga kini, tak lagi kaubagi padaku cerita yang kaualami. Kaukorbankan perasaanku demi dia yang tak pasti. Kaubiarkan aku memandang nasibku yang teradang berkali-kali. Kaubuat aku berani mencintai. Namun, kau pergi dengan mengacuhkanku. Tak lagi hadir dengan pesan yang tiba bersama embun menyejukk...

Putri batul - “Sayangnya, Aku Hanya Teman Biasa”

“Sayangnya, Aku Hanya Teman Biasa” Aku tak pernah mengerti mengapa kau tak mampu memahami apa yang selama ini kumau, aku selalu ada saat kaupanggil. Aku senantiasa menunggumu walau di tengah keramaian yang mencekam. Sulit mempertanyakan padamu, karena setiap pertanyaanku tak ada jawabmu. Kau tak pernah mengerti apa maksud segala baris kata yang tiap kali kubuat untukmu, kuukir tiap saat yang bermakna. Namun, tak ada artinya. Aku hanya teman biasa, tiada kesempatan bertanya siapa wanita itu. Aku hanya sesuatu yang merepotkanmu, tiada kesempatan untuk memanggilimu.  Selalu ada sesal saat aku terlambat menemanimu, karena wanita itu selalu memenangkan hatimu. Selalu ada perih yang tertinggal, hingga aku harus menahan tangis dengan melangkahkan kakiku untuk pergi. Aku merasa iba, sebab wanita itu selalu tiga langkah di depanku. Untungnya, kau tetap datang meski tak kutahu. Kau tetap kutunggu, meski menyakitkan untukku. Selalu kudoakanmu ‘tuk memeluk impianmu, meski kau selipka...

Putri batul - Penggemar Rahasia

Penggemar Rahasia Kulihatmu, saat kali pertama. Pesonamu tampak menawan, wajah, dan kulit tubuhmu yang hanya bisa kutatap dari kejauhan. Aku mengenalimu sejak seringkali kudengar ocehan teman-temanku yang mengusik telingaku. Postur tubuhmu yang tinggi, rambutmu yang berpola rapi, dengan bibirmu yang jarang bicara. Membuatku bertanya-tanya dalam dasar hati yang sulit kuraih. Kupandang raut wajahmu yang penuh rahasia. Aku berpapasan denganmu tanpa kautahu aku penggemar rahasiamu senyummu yang walau bukan untukku membuatmu gemas, tepukan jemarimu menyapa punggung wanitamu membuatku cemas. Aku benar-benar tak mampu mendekat padamu. Tak tahu harus kusiapkan berapa banyak kata dalam bahasa untuk berujar denganmu. Berbicara dan menatapmu lebih lama, menatapmu dalam nyata adalah kekhayalan semata-ku.  Bayang palsu yang melayang-layang, kaulah yang selalu menggantung di awan biru; yang menjauh dan akan kembali. Takkan ada angin yang membawa harum tubuhmu yang tiap kali berdesah...

Putri batul - Bayang Semu

Bayang Semu Dalam resah yang mendesah, aku sedang bersama rindu yang tak pernah kaugugu. Tak pernah kautahu bahwa ia menggeram dalam mimpi burukku tiap malam, menenggelamkan hatiku dalam harapan yang terlanjur meremang. Kau selalu menang dalam persaingan untuk melupakan. Kau terkenang dalam sudut pandang hatiku sebagai pemecah melodi indah yang kubuat dengan sulitnya. Terakhir kali kubertemu denganmu, kulihat betapa jelasnya dingin tatapanmu. Membuatku membeku dalam nada yang sulit kumengerti. Sulit kumengais kembali dirimu yang tak mungkin berbalik arah menuju hadirku. Kejamnya kenangan yang kaubuat untuk menyakitiku. Tetap bersamaku, menemani hampanya malamku yang tak lagi berirama. Aku tak sendiri, aku selalu bersama bayangmu yang memelukku dalam kesepian yang menusukiku. Kau selalu membisu walau kautahu aku memintamu untuk bicara. Kautinggalkan banyak janji, kauminta diriku untuk tetap bersamamu. Kauminta diriku untuk tidak meninggalkanmu, kaubuat diriku berjanji unt...

Putri batul - Curhatku, Di Tengah Gerimis Petang Ini

Curhatku, Di Tengah Gerimis Petang Ini Aku ingin mencurahkan kekeluhan yang membuatku merasa jejatuhan gerimis yang sedang kutatap, mirip dengan letupan perasaanku. Aku sedang mengingatnya yang dekat. Namun, terasa jauh. Ia begitu memekar seolah rindu yang kian kupunya.  Dia sangat pandai memanggil getaran yang membuat gugupku meruahkan raut wajahku yang memucat pasi.  Ia tak pernah tahu dusta karena meradang cinta yang sudah lama kupendam. Curahan degupan keluh karena mencintainya sudah tak sanggup kupeluk lagi. Seharusnya, ia perlu tahu; menunggu tak semudah menjatuhkan hatiku. Seolah rasa yang setiap hari datang tanpa kutunggu kini mencekamku, menyeretku dalam nada yang tak merdu lagi. Membuatku menangis sederas gerimis petang ini. Bicara pun percuma. Atas semua yang menggantung di ujung bibirku sudah tak sanggup terucap karena tak penting untuk ia gubris. Aku bukanlah gadis yang ia idamkan. Tak perlu aku memaksa, tak perlu aku menuntut cinta agar dia bisa me...