Selamat Berpisah Lagi - Putri batul

Selamat Berpisah Lagi

Sudah lelah aku jatuh berkali-kali, perih yang kupunya kautambah dengan mudahnya. Kadang kaubuat aku melayang dalam harapan indah, kaubuat jiwaku berbahagia. Namun, terkadang kau membuatku teringat bahwa aku sedang sekadar bermimpi, berangan-angan dalam kepalsuan kata yang kauucap. Kau membuatku tersadar bahwa aku sedang berada di bawah kedipan cahaya yang nyatanya sulit kuraih. Kaupegang tanganku lalu kauhempaskan aku sejauh peluh yang kunikmati. Kaubuatku jatuh hati lalu kaupergi untuk wanita yang tak begitu kaukenali. Kaubuat aku iri dengan wanita yang baru datang. Namun, secepat itu memenangkan hatimu. Ia buat kaulupa perihal janji yang telah lama kutunggu.

Hingga kini, tak lagi kaubagi padaku cerita yang kaualami. Kaukorbankan perasaanku demi dia yang tak pasti. Kaubiarkan aku memandang nasibku yang teradang berkali-kali. Kaubuat aku berani mencintai. Namun, kau pergi dengan mengacuhkanku. Tak lagi hadir dengan pesan yang tiba bersama embun menyejukkan di pagi hari. Hilang tanpa chat singkat di malam hari. Pada siapa aku bertanya kau dimana? Sedangkan hatiku tak tahu harus bagaimana. Kaubuat aku berkata “bye” lagi, setelah kubiarkan kaudatang sebelumnya. Kau datang, dan pergi. Lalu kini lupa kembali. Kau sedang bahagia, berpeluk canda dengan wanita yang lebih sempurna. Kau tak memandangku meski berpapasan denganku, kau tak menolehkan muka meski kau mendengar suaraku di balik tubuhmu. Meski sudah kubuang sedihku untuk selalu memandangmu yang begitu menganggapku remeh, tetap saja kusimpan baik-baik rasa sakit karena melihatmu yang sedang bermesraan. Kubiarkan luka berguam dalam dada meski kutahu seberapa tegamu. Yang datang membawa pengharapan. Meneduhkan, dan menatap mataku yang melayuh. Kaugenggam tanganku hingga membuatku jatuh hati padamu dalam sekejap. Kaubuatkan aku kisah yang menakjubkan, kaubuat segala pertanyaan hadir di telingaku, kausiapaku? Sekuat hatiku kuakuimu temanku, karena memang kaupantasnya kupanggil begitu.

Kau pergi tanpa kutahu. Membuatku bernafas tanpa hadirmu, kautimpakan aku rindu yang datang bersama bendungan air mata yang kutahan karenamu. Lalu kusambut kau yang datang tanpa kusangka. Namun, tak selamanya kau berlabuh pada hatiku, kutahu kau akan pergi lagi seperti saat ini. Kutahu kau hanya datang untuk memperpanjang harapan. Kini aku tak tahu kapan lagi kaudatang, dan kembali berlalu-lalang.


Putri Matlubatul Izzah, Malang 28 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luka yang kusadari - Putribatul :)

Luka yang sama

Terlalu Perasa - Putri btl