Putri batul - Curhatku, Di Tengah Gerimis Petang Ini
Curhatku,
Di Tengah Gerimis Petang Ini
Aku ingin mencurahkan
kekeluhan yang membuatku merasa jejatuhan gerimis yang sedang kutatap, mirip
dengan letupan perasaanku.
Aku sedang mengingatnya
yang dekat. Namun, terasa jauh. Ia begitu memekar seolah rindu yang kian
kupunya.
Dia sangat pandai memanggil getaran yang membuat gugupku meruahkan
raut wajahku yang memucat pasi. Ia tak pernah tahu dusta karena meradang cinta
yang sudah lama kupendam. Curahan degupan keluh karena mencintainya sudah tak
sanggup kupeluk lagi. Seharusnya, ia perlu tahu; menunggu tak semudah
menjatuhkan hatiku. Seolah rasa yang setiap hari datang tanpa kutunggu kini
mencekamku, menyeretku dalam nada yang tak merdu lagi. Membuatku menangis
sederas gerimis petang ini.
Bicara pun percuma. Atas
semua yang menggantung di ujung bibirku sudah tak sanggup terucap karena tak
penting untuk ia gubris. Aku bukanlah gadis yang ia idamkan. Tak perlu aku
memaksa, tak perlu aku menuntut cinta agar dia bisa merangkul rasa yang sama.
Aku ingin pergi bersama segala kesia-siaanku. Aku ingin pergi sejauh mana yan
bisa kutempuh. Ia tak perlu repot-repot datang kembali untuk sekedar
menenangkanku. Bualan sendu yang tiap malam hadir bersama mimpiku,
menyaadarkanku jika; Ia tak lagi pantas lagi kutatap dengan eratnya pandang
nyataku.
“untuk, teman lama yang
membuatku tiba-tiba jatuh hati”
Komentar
Posting Komentar