Ketahuilah Keluhku II - Putri batul
Ketahuilah Keluhku Part 2
Aku tidak mengerti rasa yang seperti apa yang sulit kurapikan sebelum kurapikan. Aku selalu berdiam dengan membayangkan peluk yang mustahil. Mengapa aku selalu merindukan dirimu yang sulit kuraih, aku pun tidak mengetahui jawabannya. Begitu banyak cinta yang tak pernah kupahami, tetapi aku hanya mampu bertanya-tanya pada rasa yang tidak kuketahui dimana ujungnya. Berapa banyak lagi rasa yang harus kutanggung, aku tidak peduli. Akan terus kuingat walau sangat menyakiti kalbuku, sangat sulit mencari wajah yang sama, termasuk hati yang sama dengan hatimu. Tak perlu kamu ketahui berapa banyak duri yang sudah kuinjak lalu menyakiti sekujur tubuhku, sebagian dari mereka jatuh. Sedikit dari mereka juga tersisa dan bertahan yang sama halnya dengan semua yang kurasakan. Buatmu apa arti semua ini, hanya dengan membuang semua muakku, aku meluapkan semua yang kutahan dengan kata yang sulit kaupahami. Kamu dimana, mengapa kamu pergi saat aku mulai meradang rasa sakit karena mencintaimu? Bagaimana bisa aku menahan rasa yang membawa duri merekah-rekah karena rasa yang teredam begitu lama karena kepergianmu yang tak pernah kubayangkan.
Selalu ada yang datang tiap malam, selalu ada kehadiranmu dalam mimpi. Walau tak pernah kurasa bagaimana rasanya jika aku melihat matamu yang dahulu pernah menatapiku dengan tulusnya cinta yang tak kuasa meruah. Tak pernah kucari dimana ujungnya rasa ini. Ketahuilah bahwa segala peliknya selalu kunikmati, jika saja kamu tak mampu hadir menemani rindu yang menjelma, perbolehkanlah diriku untuk mempersilahkan bayang-bayangmu menghantuiku lalu menyertai mimpi-mimpi yang mustahil terjadi, peluk yang selalu hadir dalam bagian mimpi telah akan jatuh pada nyata sosok lain, hati yang pernah kugenggam erat kian pergi lalu hadir dalam hidup dan nyata orang lain. Rasa yang begitu ganas telah lama bertahan pada kalbu, salahkah diriku yang membiarkannya selalu ada.
Tiada rasa cinta yang tumbang dengan sebenarnya, hanya saja hati selalu bertahan pada jiwa yang sama. Rongga yang masih tertutup, menunggu kedatangan sosok yang sama. Walau kian ia tak kembali, ia selalu tahu bagaimana dia harus menantinya. Rasa sakit masih datang dengan nada lama, lalu bagaimana bisa aku protes dengan irama yang sama. Seringkali khawatirku datang jika kamu mengetahui semua yang kurasa, lagu yang kusebut akan selalu sama. Aku tak ingin kamu mengerti, tetap saja aku ingin kamu yang terlihat bahagia.
Ketahuilah, aku bukanlah
satu pasang borgol yang kamu takuti, aku bukan tali pati yang akan siap
menggeliat di tubuhmu. Aku hanyalah potongan bahasa yang sulit kau ungkap, aku lah
sosok yang dihadiri rindu yang selalu terngiang dalam kupingku. Jangan salahkan
hati yang bertahan bersama penantian, karena lelahnya tak mampu kamu hitung
dengan hitungan jemari indahmu itu. Sisa-sisa rasa yang kamu bilang selalu
percuma akan senantiasa menjadi utuhnya cinta yang berharga. Mengertilah,
Komentar
Posting Komentar