Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Apa Aku Di Matamu? - Putri batul

“Apa Aku Di Matamu?" Setiap kali aku teringat samar bayang indahmu yang datang tanpa seizinku. Harus apa saat aku hanya bisa bertatapan dengan dusta yang kusimpan karena aku tak sanggup menahan rasa ini sebab kau adalah temanku sendiri. Semua akan selalu sama setiap harinya, termasuk hakku untuk bicara. Selalu saja kita bertukar cerita. Sudah lama aku mengenalmu, termasuk tingkahmu itu. Tawamu selalu meluap-luap, hingga membuatku gemas. Sikapmu yang hangat kini meluluhkan bekunya pedihku. Aku tak menyangka, semua ini datang begitu saja. Tanpa tanda dan tanpa kukira. Kau dan aku bernasib sama, mengucap kepeluhan yang sama. kepergian kekasih yang membuat kita merisau pada tiap topik bincangan canda membawa kita pada kekeluhan yang sama. Pilu yang ada membuat kita muak. Aku ingin berhenti berlari untuk mengejar harapan yang takkan ada jabahannya. Cinta yang tragis mencekikku hingga membuatku tak mau tahu tentang pria. Tapi kau ada, terus saja ada sebagai penghapus resahku. Kau t...

Puisi "Pesan Singkat Untuk Persahabatan" - Putri batul

Pesan Singkat Untuk Persahabatan Putri Matlubatul Izzah Sudah lama kita terpeluk kebersamaan Terbawa lantunan bahagia Tak terseret oleh sendu sengaja Tak terbawa sontak rencana Pertemuan kita adalah cerita yang menciptakan timbunan makna Kisah kita adalah alunan merdunya nada Menyatu karena kelengkapan satu per satu rasa yang berbeda Kita adalah hati yang berjajar karena ketidaksamaan rasa yang bersenandung seirama Keruh beningnya kebelangan kehidupan yang mewarnai logisnya cerita Sesaat kita pernah ada dalam peperangan gundah dan ruah rasa Berpapasan sambil tak peduli nama Tanpa peduli genangan kisah indah Yang sontak menjadi masam membuncah Kita pun saling mengerti Kita takkan sanggup menghela nafas yang tak lengkap Kita pernah terbawa api, lalu dingin dengan sendirinya Tanpa lengkapnya beberapa pasang kaki yang berayun bersama, takkan ada daya Hanya tertelungkup dan menari-nari sendiri tanpa pandang yang puas Luapnya rasa, takka...

Terlalu Perasa - Putri btl

Terlalu Perasa Putri Matlubatul Izzah Menahan peluh dalam kesendirian Dahulu, kau selalu ada saat aku tak butuh denganmu Kau gantikan pedihku dengan tawamu yang menyeramkan namun meringankan Sudah lama aku mengenalmu Tak ada lagi yang tak kutahu Selalu saja kau bercanda Namun bercandamu itu mengerikan. Katamu cinta, tapi tak nyata Katamu rindu, tapi itu tak benar. Aku berlarian bersamamu Dalam jutaan sendu yang tak kukenali, Aku meradang ribuan ucap palsumu Kesalku, tak pernah kau gubris. Jika saja kau tahu, Terlalu dalam rasa takut yang kupunya.. Terlalu sulit ikhlas melihatmu dengan dia yang disitu atau dia yang disana Selalu saja kau asik sendiri, Mengejar sosok lain yang kau ingini. Ada saja yang membuatku menangis. Semua itu lucu, Selalu saja kau menyeringai. Tersenyum seolah tak bersalah. Membuatku mencari-cari, Kau datang hanya jika kau mau, Kau datang dan pergi seenaknya. Tanpa kau tahu, Aku lelah berlari be...

Quotes Duri Sejuk - Putri batul

Gambar
Selalu saja duri sejuk itu menemani tiap harinya. Memperparah kesunyian tetapi menghadirkan bayang-bayang yang sukar terhapus, Mencintai, tapi sangat menyakitkan.

Ketahuilah Keluhku II - Putri batul

Ketahuilah Keluhku Part 2 Aku tidak mengerti rasa yang seperti apa yang sulit kurapikan sebelum kurapikan. Aku selalu berdiam dengan membayangkan peluk yang mustahil. Mengapa aku selalu merindukan dirimu yang sulit kuraih, aku pun tidak mengetahui jawabannya. Begitu banyak cinta yang tak pernah kupahami, tetapi aku hanya mampu bertanya-tanya pada rasa yang tidak kuketahui dimana ujungnya. Berapa banyak lagi rasa yang harus kutanggung, aku tidak peduli. Akan terus kuingat walau sangat menyakiti kalbuku, sangat sulit mencari wajah yang sama, termasuk hati yang sama dengan hatimu. Tak perlu kamu ketahui berapa banyak duri yang sudah kuinjak lalu menyakiti sekujur tubuhku, sebagian dari mereka jatuh. Sedikit dari mereka juga tersisa dan bertahan yang sama halnya dengan semua yang kurasakan. Buatmu apa arti semua ini, hanya dengan membuang semua muakku, aku meluapkan semua yang kutahan dengan kata yang sulit kaupahami. Kamu dimana, mengapa kamu pergi saat aku mulai meradang rasa sakit k...

Ketahuilah Keluhku - Putri batul

Ketahuilah Keluhku Betapa aku ingin kamu mengetahui sesuatu yang kusimpan sendiri, dengan menahan bendung duri resah pada keluh emosi yang meruah. Ragaku kamu uji. Bertahan bersama tetes air mataku yang tak beranjak. Inginku lari dari semua ini.  Rasanya aku terjerat dalam langkah yang sulit kuhindari. Jerit tangisku tak pernah kamu pahami. Coba saja tapakku dan tapakmu berhadapan, aku tak bisa membayangkan berapa tawa yang akan tertumpah kembali pada bibirku; yang rindu pada suara yang membuat kenangan yang kian sulit enyah. Betapa hal yang belum kubayangkan tiba-tiba datang merangkum nyata yang akan kutulis kembali pada lembar lamaku denganmu. Kekosonganku sulit kuhindari, rasa ini menusukiku sambil memaksaku untuk mengingatmu yang sulit untuk kupeluk kembali. Lalu sadarku hanya mampu terisak-isak sambil tenggelam dalam dada yang sesak karena bayang indahmu. Sanggupkah kaki hatiku yang tlah lama melumpuh berlari sendiri bersama rasa perih yang tertinggal dalam kalbu? Yang te...

Uraian Rindu Untuk Ayah - Putri batul :)

Uraian Rindu Untuk Ayah Putri Matlubatul Izzah Rerintih sedih kutanggung bersama pilu Reruntuh keluh berlagu sepi Kunikmati rentan lemas Saat ayah jauh dari jiwa Tiada lagi cium singkat untuk kening kecilku Tiada lagi jemari hebatmu Yang slalu menjadi penghapus luka batin dan ragaku Bersama bahagia, ayah ubah jutaan perih menjadi makna yang teruntai Laksana embun memijar saat aku terlelap pada haus karna resahku Ayah tak pernah ujarkan pukul padaku Tak pernah kudengar cacimu Tak pernah kurasakan kejammu Hanya saja pesan tegasmu yang selalu menancap Selalu kuingat, agar kubersiap menghempas nyata yang sulit kutampa Pekik manis yang membangkitkan aku dari kejatuhan Yang teramat resah Saat aku harus membendung rasa haru tanpa hadirmu Keluh perih karna timpukan kesal, pupusnya hati, dan perihnya pengkhianatan Inginku bertanya arti Inginku melawan sulitnya terjal Inginku mengurai simpul mati Sebongkah pertanyaan hanya sanggup k...

Sanggupkah Kau Kupanggil Sahabat? - Putri batul :)

Sanggupkah Kau Kupanggil Sahabat ?  Putri Matlubatul Izzah Hai, Kusebut kau ‘temanku’ Selalu kukejar-kejar jemarimu Kau tetap berlari walau kudekap erat Fajar merekah hingga daun me-layuh Menjemput dan menantimu Duduk bermenung pada kayu bertumpu, Di depan kelasmu Mencari-carimu dari sudut gerbang sekolah Setiaku menunggumu Kau ulurkan tolongmu Nalurimu tuntun kegigihanku Bulat matamu tak pernah terpancar kelancungan Pelita berkedip-kedip Menyala lebih terang Lenggak-lenggok tawamu menghapus tangisku Mendekapmu lah.. hangatku Sejatiku, bersamamu Bingung, pilu Resah, risau Kau usap dengan mudahnya Langkahku dan langkahmu selalu beriringan Terucap singkat ucap ekstrinsik yang mirip si Jampang yang membangunkan gelapku Omel manismu buatku bahagia Ingin kupelukmu tiap berputarnya waktu Hanya kutahan, ‘temanku’ Rasa berkecamuk haru Saat kau hilang Saat kau pergi Melangkah tanpa memandangku Sekejap k...

Duri Sejuk - Putri batul

Duri Sejuk Putri Matlubatul Izzah Kau selalu meraup wajahmu seperti membasuhkan luka ku Hati beningmu itu.. Meraut hati.. Hingga tertuntun ujar tinta hitamku menggores utuhnya kertas putih Merapikan puing-puing hatiku yang hancur lalu menguatkan kerapuhannya Tutur katamu mesti membuat lontar ucapmu membekas Menciptakan perasaan yang berbelit hingga sulit ‘tuk kurapikan  Keseriusan mata indahmu dalam memandang sesuatu membuatku merasakan keinginan besar untuk menjadi hal yang kamu lihat Hanya saja hatiku terjebak rasa takut Terkunci dalam keraguan melangkah Mengenalmu beberapa waktu yang lalu Saat aku baru terluka dan kamu baru berdiri dari kekacauan Kamu dan aku sudah bertukar pengalaman karena percaya pada orang yang salah Seolah searah, tapi hati dan jiwa kita tetap bersinggungan Tak senada Lalu berjalan pada jalur yang berbeda Sangat banyak reruntuhan bahagia Namun, kusimpan pada baris tanya rahasia Ribuan manis kutahan La...